Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI Batch I Bali

Implementasi Penjaminan Mutu untuk Perguruan Tinggi di Indonesia yang digagas oleh Direktorat Penjaminan Mutu dilakukan dalam Lokakarya Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Rabu hingga Jumat (13-15/03/2019) di Hotel Hilton Garden Inn Bali.

Sebanyak 90 peserta yang sudah terpilih sebelumnya hadir dalam Lokakarya tersebut yang belum pernah digelar sebelumnya. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Sub Direktorat Penguatan Mutu mewakili Ditjen Belmawa, Maluhin Hajaz. Pada sambutannya, Masluhin menyampaikan terkait dengan materi selama lokakarya sudah disesuaikan dengan instrumen yang sudah ada di Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Dalam pelatihan ini, nantinya akan ada materi yang pasti ditunggu oleh kampus masing-masing” ujarnya. Ia juga mengatakan, masyarakat secara luas pun menunggu adanya lulusan-lulusan bermutu sebagai hasil dari masa studi di Perguruan Tinggi. “Implementasi SPMI ini diharapkan dapat menghasilkan output yaitu lulusan yang bermutu” tegasnya.

Pelaksanaan lokakarya ini akan dibagi dalam tiga kelas dan akan terdapat enam pemateri yaitu, Nyoman Sadra Dharmawan dari Universitas Udayana, I Nyoman Kardana dari Universitas Warmadewa, Setyo Pertiwi dari Institut Pertanian Bogor, Ni Ketut Elly Sutrisni dari Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Ni Nyoman Utari Vipriyanti dari Universits Mahasaraswati, serta Nan Rahminawati dari Universitas Islam Bandung.

Keenam pembicara tersebut memberikan beberapa materi yang tentunya berguna bagi sebuah Perguruan Tinggi, di antaranya,Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) dan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta Penyusunan Dokumen yang mencakup dokume kebijakan SPMI, Manual SPMI, standar dalam SPMI, dan Formulir yang digunakan SPMI sekaligus langkah-langkah implementasi SPMI di Perguruan Tinggi, seperti diseminasi, penyiapan dokumen, pengorganisasian, dan implementasi SPMI di Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

Sebelumnya lokakarya ini digelar, telah terdapat 700 peserta yang mendaftar lokakarya ini yang kemudian disaring menjadi 90 peserta saja. Dalam acara ini, Masluhin juga berharap agar para peserta yang sudah terpilih ini dapat menyerap dan memahami materi yang akan disampaikan oleh narasumber yang juga memiliki kompetensi di bidangnya. Ia turut berbangga atas kesediaan peserta yang berniat meluangkan waktu untuk melatih diri sendiri. (SGD/HKLI)

https://spmi.ristekdikti.go.id/publikasi/5c8f149b12cad447850c01b7

About admin

Check Also

PERSIAPAN AKREDITASI PRODI TEKNIK INFORMATIKA DAN ILMU HUKUM

Pada hari kamis tanggal 21 Maret 2019 Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Lamongan melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *